#puisi
#pemudabaja
#puisi
#pemudabaja
ia melesat tak terbendung
bersama kidung yang penuh.
Kau tersenyum
kesalmu menjelma lucu.
Nona, terbiasalah
bahagia lepas nan penuh ceria bersama
bersama dalam tawa
bercerita dalam romansa.
#puisi
#pemudabaja
ia melesat tak terbendung
bersama kidung yang penuh.
Kau tersenyum
kesalmu menjelma lucu.
Nona, terbiasalah
bahagia lepas nan penuh ceria bersama
bersama dalam tawa
bercerita dalam romansa.
#puisi
#pemudabaja
#puisi
#pemudabaja
#puisi
#pemudabaja
sedang bayangmu menuju arah pulang,
dalam senyap kau bicara,
pada puisi yang meronta-ronta.
Kita hanyalah kalimat yang belum sempurna,
tenggelam dalam romansa dan prasangka,
setidaknya begitu,
hingga waktu tunjukkan rasa semu.
#puisi
#pemudabaja
sedang bayangmu menuju arah pulang,
dalam senyap kau bicara,
pada puisi yang meronta-ronta.
Kita hanyalah kalimat yang belum sempurna,
tenggelam dalam romansa dan prasangka,
setidaknya begitu,
hingga waktu tunjukkan rasa semu.
#puisi
#pemudabaja
ia merayu perlahan
dengan sengaja buatku terpana, jatuh pada kubang kenang;
duhai hujan, tolong redamkan!
tangisku yang mulai basahi pipi
bersama kepul dingin, embun pagi.
#puisi
#pemudababaja
ia merayu perlahan
dengan sengaja buatku terpana, jatuh pada kubang kenang;
duhai hujan, tolong redamkan!
tangisku yang mulai basahi pipi
bersama kepul dingin, embun pagi.
#puisi
#pemudababaja
pagi kian terik dari sinarnya
kurapalkan doa-doa
ia terbuka,
menjelma jadi embun
yang berkepul padu
sedangkan,
aku berserah, dalam tengadah
alunan puisi berdengung
meminta senyum,
yang t'lah terlelap
dalam senyap rindu semalam.
#puisi
#pemudabaja
pagi kian terik dari sinarnya
kurapalkan doa-doa
ia terbuka,
menjelma jadi embun
yang berkepul padu
sedangkan,
aku berserah, dalam tengadah
alunan puisi berdengung
meminta senyum,
yang t'lah terlelap
dalam senyap rindu semalam.
#puisi
#pemudabaja